perilaku remaja jaman now
Perilaku remaja jaman now
Remaja tidak jarang terpengaruh oleh berbagai tayangan yang mereka lihat di media-media sosial; baik cetak maupun elektronik. Setiap hari, hampir tanpa jeda terpampang di layar televisi tontonan yang sedang fenomenal; yakni telenovela atau sinetron.
Dalam drama serial (telenovela maupun sinetron) tersebut memperlihatkan sikap dan perilaku remaja yang seringkali menunjukkan gejala yang bertentangan dengan etika dan moral. Dalam salah satu tayangan tersebut, seorang anak bersikap semena-mena kepada orang tua. Mereka main perintah dan membentak ibunya disaat ibunya dianggap salah. Padahal sefatal apapun kesalahan orang tua, sangat tidak layak diperlakukan seperti budak atau pembantu rumah tangga.
Dalam tayangan lain, remaja kerap berbicara tanpa perasaan terhadap pembantunya. Padahal bagaimanapun juga pembantu rumah tangga juga manusia yang tidak boleh diperlakukan seenaknya sendiri.
Bagaimana remaja-remaja sekarang berbicara dan bersikap tidak berbeda jauh dengan tayangan-tayangan di media sosial seperti yang dicontohkan di atas. Perilaku mengimitasi apapun yang pernah mereka lihat dan mereka dengar, dengan mudahnya memasyarakat. Bahkan hampir setiap hari sering kita saksikan di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Ini bukan lagi rahasia umum, seorang siswa dengan beraninya membentak gurunya ketika diingatkan akan kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka serta merta keluar dari kelas tanpa meminta ijin dari guru yang sedang mengajarnya. Perilaku model apa lagi yang bisa dibanggakan dari seorang pelajar. Mestinya dari lembaga pendidikan mampu mencetak manusia-manusia beradab, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun mengapa yang terjadi justru yang sebaliknya. Siapa yang salah, sehingga pada jaman yang serba canggih malah muncul perilaku-perilaku yang sebenarnya sangat jauh dari etika dan moral?
Coba kita semua mulai merenung, apa yang seharusnya dilakukan agar ke depan akan lahir generasi yang penuh dengan nilai akhlak; yang bertanggungjawab, mandiri, berprestasi, serta berbudi pekerti yang luhur.
Remaja tidak jarang terpengaruh oleh berbagai tayangan yang mereka lihat di media-media sosial; baik cetak maupun elektronik. Setiap hari, hampir tanpa jeda terpampang di layar televisi tontonan yang sedang fenomenal; yakni telenovela atau sinetron.
Dalam drama serial (telenovela maupun sinetron) tersebut memperlihatkan sikap dan perilaku remaja yang seringkali menunjukkan gejala yang bertentangan dengan etika dan moral. Dalam salah satu tayangan tersebut, seorang anak bersikap semena-mena kepada orang tua. Mereka main perintah dan membentak ibunya disaat ibunya dianggap salah. Padahal sefatal apapun kesalahan orang tua, sangat tidak layak diperlakukan seperti budak atau pembantu rumah tangga.
Dalam tayangan lain, remaja kerap berbicara tanpa perasaan terhadap pembantunya. Padahal bagaimanapun juga pembantu rumah tangga juga manusia yang tidak boleh diperlakukan seenaknya sendiri.
Bagaimana remaja-remaja sekarang berbicara dan bersikap tidak berbeda jauh dengan tayangan-tayangan di media sosial seperti yang dicontohkan di atas. Perilaku mengimitasi apapun yang pernah mereka lihat dan mereka dengar, dengan mudahnya memasyarakat. Bahkan hampir setiap hari sering kita saksikan di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Ini bukan lagi rahasia umum, seorang siswa dengan beraninya membentak gurunya ketika diingatkan akan kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka serta merta keluar dari kelas tanpa meminta ijin dari guru yang sedang mengajarnya. Perilaku model apa lagi yang bisa dibanggakan dari seorang pelajar. Mestinya dari lembaga pendidikan mampu mencetak manusia-manusia beradab, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun mengapa yang terjadi justru yang sebaliknya. Siapa yang salah, sehingga pada jaman yang serba canggih malah muncul perilaku-perilaku yang sebenarnya sangat jauh dari etika dan moral?
Coba kita semua mulai merenung, apa yang seharusnya dilakukan agar ke depan akan lahir generasi yang penuh dengan nilai akhlak; yang bertanggungjawab, mandiri, berprestasi, serta berbudi pekerti yang luhur.
Komentar
Posting Komentar